∫•∫ heyy heyy!! welcome to my blogger guyys ╮(^▽^)╭
Tampilkan postingan dengan label religius :). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label religius :). Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Maret 2012

Jilbab Kok Gitu? Koreksi Jilbab Indonesia , okay silahkan :D

Allah Jalla wa ’Ala berfirman yang artinya:
"Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri istrimu, anak anak perempuanmu dan istri istri orang mukmin, "Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". (QS. Al Ahzaab: 59).

Ayat di atas memerintahkan kepada para muslimah untuk menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Namun dalam prakteknya banyak para muslimah yang tidak memahami bagaimana memakai jilbab yang benar sesuai aturan Islam. Berangkat dari ketidaktahuan ini, kita saksikan banyak model jilbab dengan beragam gaya cara pakainya.

Buku ini memuat koreksi jilbab yang ada di Indonesia. Ditulis dengan gaya penulisan yang mudah untuk dipahami. Yang dibahas dalam buku ini adalah:
- Sempurnakan hijab
- Kewajiban berhijab
- Bagaimana menutup aurat sesuai syari’at Islam?
- Alasan muslimah memakai jilbab
- Syubhat sekitar hijab
- Jilbab kok gitu?!

Bisa jadi salah satu dari kita ada yang terkena koreksi, anggap saja sebagai nasehat dan jangan terburu gerah. Bersyukurlah karena masih ada yang menasehati. Kemudian niatkan hati setahap demi setahap melakukan perubahan ke arah syari’at Islam.

Dalam ringkasan ini saya kutipkan sebagian isi dari buku ini dengan meringkasnya. Kekeliruan dalam berjilbab saya kutipkan sebagiannya saja demikian pula penjelasan penjelasan lainnya. Footnote tidak saya sertakan. Semata mata untuk ringkasnya tulisan ini.


[BAGAIMANA MENUTUP AURAT SESUAI SYARI’AT ISLAM?]
-------------------------------------------------
Banyak muslimah yang belum memahami benar bagaimana menutup aurat yang syar’i. Berikut ini akan dijelaskan cara menutup aurat yang syar’i.

1. Menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.
2.
Tidak tabarruj

Yaitu berhias dan berdandan serta bertingkah laku sebagaimana kaum jahiliyah dan kafir. Diantaranya dengan menampakkan bagian bagian tubuh yang seharusnya ditutup dan hanya diperlihatkan kepada suaminya saja.

3. Tebal (tidak tipis atau transparan) sehingga tidak menampakkan pakaian dalam atau bentuk  tubuh
4. Lebar dan longgar tidak menyerupai lekuk tubuh
5. Tidak menyerupai pakaian laki laki
6. Tidak menyerupai pakaian wanita kafir
7.
Bukan pakaian yang menyolok mata

Pakaian yang menyolok mata dan aneh akan menjadi pusat perhatian laki laki dan timbulnya fitnah. Masuk di dalamnya pakaian syuhroh (pakaian yang sedang nge-trend dan digandrungi). Semua wanita berlomba lomba memakainya dan ingin diperhatikan oleh orang disekitarnya. Pakaian ini menimbulkan decak kagum, pujian dan menjadikan orang lain iri untuk memakainya.

8. Tidak memakai wewangian diluar rumah sehingga baunya bisa dicium oleh lelaki non muhrim



[JILBAB KOK GITU?!]
-------------------
Sebagian kesalahan muslimah di bawah ini ada yang tidak terlalu fatal namum banyak pula yang sangat fatal. Semakin dekat dengan tuntunan syari’at dalam berbusana maka semakin baik. Semakin jauh dari syari’at maka semakin membutuhkan petunjuk, koreksi dan bimbingan ke arah yang lebih baik.

Memang kemampuan, keadaan, ilmu, niat, materi, lingkungan pada masing masing muslimah berbeda sehingga pengalaman pun berbeda. Kelebihan dan kekurangan dari faktor di atas selalu ada. yang memakai kerudung mini tentunya lebih baik dari yang belum memakai. Yang berjilbab lebar lebih baik dari yang berjilbab mini. Yang memakai gamis lebih baik dari yang masih memakai baju dan celana panjang. Semua mempunyai tingkatan dan derajat.

Berikut beberapa kekeliruan dan kesalahan yang perlu diluruskan karena banyak sebagian kaum muslimah belum mengetahui atau menyadarinya.

1. Menyamakan kerudung dengan jilbab

2. Berjilbab tapi aqidahnya rusak = jilbab hanya menutupi badan tidak menghalangi dari maksiat.
Banyak yang menggunakan busana muslimah yang syar’i, tapi masih meyakini dan melakukan perbuatan syirik. Meminta berkah kepada selain Allah seperti kuburan. Bertawassul dengan selain Allah. Meyakini tukang ramal, primbon, feng-shui, dan orang orang yang mengaku mengetahui kejadian yang akan datang seperti jodoh, rezeki, nasib dan sebagainya. Hal ini akan menghancurkan seluruh amal baiknya termasuk pahala berjilbab. Juga masih suka berkalwat dengan yang bukan muhrimya / dengan pacar / tunangan atau pun yang lainya.

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. (QS. Al-Israa’ : 32)

"Jika kamu berbuat syirik maka akan hancur amalanmu dan kamu termasuk orang orang yang merugi." (QS. Az Zumar: 65).

3. Kerudung yang sangat ketat = kekecilan

4.
Memakai baju dan celana ketat

Para muslimah hanya beranggapan bahwa menutup aurat adalah menutupi tubuh dengan kain agar tidak terlihat secara langsung. Sehingga apa yang dipakainya masih membentuk tubuhnya yang mengundang syahwat kaum lelaki. Hal ini sama dengan wanita yang memakai baju selam. Apakah pakaian selam pantas dikatakan berhijab? Semua tubuhnya tertutup ketat kecuali wajah dan telapak tangan. Dada dan lekuk tubuh lainnya terbentuk dengan jelas. Berpakaian dan telanjang sama saja.

9.
Si anak berjilbab sang ibu menor

Ibu muslimah yang berdandan menor mengantar anak sekolah di TK atau SD Islam dengan seragam muslimah yang diwajibkan sekolah. Seharusnya sang ibulah yang wajib berjilbab. Karena kewajiban itu dibebankan kepada wanita baligh.

10. Busana muslimah yang mencolok

11.
Memakai celana panjang

Maksudnya adalah benar benar memakai celana panjang sebagai pakaian bawahnya. Sehingga belahan kakinya terbentuk. Namun jika memakai celana panjang kemudian dirangkap dengan gamisnya maka hal itu boleh dan lebih baik.

26. Kain gamis di atas mata kaki tapi tidak berkaos kaki

Kaki bagian bawah termasuk aurat wanita yang wajib ditutup. Namun masih banyak wanita muslimah yang belum mengetahuinya walau sudah berjilbab lebar. Maka hendaknya bagian bawah gamis lebih panjang dan menutup kaki sepenuhnya atau dengan memakai kaos kaki.

29. Cara membawa tas yang keliru

Muslimah yang sudah memakai jilbab dengan rapi kadang kurang memperhatikan cara membawa tas. Baik tas slempang (dibawa pakai bahu sebelah) atau tas jenis ransel (dibawa di punggung dengan dua slempang di dada). Selempang akan menekan bagian dada karena menahan beban tas sehingga dada akan terbentuk dan menonjol. Hal ini tidaklah patut bagi muslimah. Sebagai solusi, beralihlah dengan menggunakan tas jinjing. Repot sedikit tapi
selamat dari fitnah juga dari mata para saytan.

33. Berkerudung mini, berbaju lengan pendek dengan manset panjang

34.
Mematuhi orang tua atau suami walau busananya semakin jauh dari yang disyari’atkan

Banyak muslimah atau para istri yang sudah mantap berhijab, namun ditentang oleh orang tua dan suami mereka. "Jilbab tidak usah lebar lebar, tidak rapi, ribet, kampungan, ketinggalan zaman" dan sebagainya. Bahkan ada yang menyuruh melepaskan jilbabnya. Bertaubatlah wahai para orang tua dan suami, karena Anda akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sedangkan taat kepada makhluk dalam menentang Allah Subhanahu wa
Ta’ala hukumnya haram.

"Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Allah." (HSR. Ahmad).

36. Tidak memakai manset

Manset yang terbuat dari kain kaos dan dikenakan di lengan tangan sangat bermanfaat. Ketika berada di busway atau bus kota dan tangan berada di besi tempat berpegangan, maka tanpa disadari lengan baju akan melorot dan lengan tangan akan terlihat. Sedangkan lengan tangan adalah aurat yang wajib ditutup.
Manset berguna menahan turunnya lengan baju karena bersifat kesat. Kalau pun lengan baju melorot ke bawah, maka lengan masih tertutup manset.

38. Berhijab tapi kemproh = kotor / jorok

Sebagai muslimah yang cinta kebersihan, kerapian dan keindahan sudah selayaknya perhatian dalam hal ini dan jangan meremehkan. Citra muslimah juga dilihat dari kondisi busananya.

39. Berwudhu di tempat umum (terbuka) dan membuka jilbabnya

Dengan alasan cuma sebentar dan mendesak, maka aurat pun terbuka ketika berwudhu. Seharusnya mencari tempat wudhu khusus wanita yang tertutup atau berwudhu di dalam kamar mandi.


cat:
Banyak hal yang perlu dan harus dipelajari oleh kaum muslimin. Tidak boleh berdiam diri dalam ketidaktahuan. Termasuk juga dalam hal berhijab bagi para muslimah. Harus dipelajari bagaimana cara berpakaian yang sesuai syari’at Islam. Kemudian menerapkannya pada diri sendiri.

Memang disadari perubahan ke arah aturan Islam perlu proses dan tahapan. Yang berjilbab mini tentunya lebih baik daripada yang tidak berjilbab. Yang berjilbab lebar tentunya lebih baik daripada yang berjilbab mini. Namun harus terus diupayakan perubahan ke arah yang lebih baik sehingga sesuai dengan aturan Islam.

Maka selamat datang para muslimah kepada jilbab yang sesuai syari’at Islam. Kami yakin Allah mencintai kalian dengan upayamu ke arah syari’at Islam.



Ringkasan buku ini dibuat oleh Abu Isa Hasan Cilandak
Semoga Allah mencintainya, mencintai orang tuanya, dan seluruh kaum muslimin
Depok, ba’da Ashar, 15 Maret 2009

Matahari, Bulan, dan Kalender and Filosofi Hidup



Rahasia dibalik alam sudah sebagian terbaca oleh manusia tetapi masih luas nikmat yang tersembunyi. Meski ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) terus berkembang dan semakin canggih, nikmat yang tersembunyi tidak akan habis digali oleh manusia. Sudah ribuan tahun, Allah membiarkan matahari dan bulan bercahaya menghidupi umat manusia. Allah memiliki “ketetapan” hakiki dan telah menjelaskan dalam kitab suci Alquran untuk pelajaran umat manusia

(1) “Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkannya (manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagiperjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui”(Q.S. Yunus: 5).

(2) “Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah, “Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadah) haji; Dan bukanlah kebaktian memasuki rumah-rumah dari belakangnya, akan tetapi kebaktian itu adalah kebaktian orang yang bertaqwa. Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintu-pintunya; dan bertaqwalah kepada Allah agar kamu beruntung”(Q.S. Al Baqarah: 189).

(3) “Dia mengatur urusan dari langit ke bumi kemudian (urusan) itu naik kepda-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu” (Q.S. As Sajdah: 5).

(4) “Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun dari tahun-tahun yang kamu hitung” (Q.S. Al Hajj: 47).

Masih luas ilmu Allah dan manusia tidak diberi kecuali hanya sedikit; Semakin manusia mengetahui ilmu Allah maka justru semakin panjang dan lebar ilmu Allah terbentang. Allahu Akbar. Allah Maha Besar.

Filosofi Hidup

Suatu hari, Imam Al-Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam Al-Ghozali bertanya.... 
Pertama, "Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?". Murid- muridnya menjawab "Orang tua, guru, kawan ,dan sahabatnya". Imam Ghozali menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "mati". Sebab, sesuai dengan janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati.(Ali Imran : 185)

Kedua."Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?". Murid-muridnya menjawab "Negara Cina, bulan, matahari dan bintang-bintang". Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan itu adalah benar. Tapi yang paling benar adalah "masa lalu". Walau dengan cara apa sekalipun kita tidak dapat kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

Ketiga. "Apa yang paling besar di dunia ini?". Murid-muridnya menjawab "Gunung, bumi dan matahari". semua jawaban itu benar, kata Imam Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "nafsu" (Al-A'raaf :179). Maka kita harus berhati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.

Keempat. "Apa yang paling berat di dunia ini?". Ada yang menjawab "besi dan gajah" Semua jawaban adalah benar, kata Imam Ghozali, tapi yang paling berat adalah "memegang amanah" (Al-Ahzab:72) Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi kalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak dapat memegang amanahnya.

Kelima. "Apa yang paling ringan di dunia ini?" Ada yang menjawab "Kapas, angin, debu dan daun-daunan". Semua itu benar, kata Imam Ghozali, tapi yang paling ringan di dunia ini adalah “meninggalkan sholat”. Gara-gara pekerjaan, kita meninggalkan sholat; gara-gara bermasyarakat, kita meninggalkan sholat.

Keenam. "Apakah yang paling tajam di dunia ini?". Murid-muridnya menjawab dengan serentak, "pedang". Benar, kata Imam Ghozali, tapi yang paling tajam adalah "lidah manusia" Karena melalui lidah, Manusia selalunya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.

Entrepreneurhsip di Mata Islam

Oleh: Muhtar Sadili

Dalam pandangan banyak ilmuan muslim, setiap individu merupakan figur sentral dalam sistem ekonomi. Karena individulah yang akan menanggung sendiri perbuatnnya. Baik di dunia maupun di hari kemudian kelak.
Namun, kemerdekaan individu tersebut harus mampu memperjuangkan kehidupan sosial yang penuh dengan kosakata kesejahteraan. Kemerdekaan individu ini merupakan ujian nyata; apakah sistem sosialnya baik ataukah buruk dan seberapa jauh sistem tersebut membantu atau menghalangi peningkatan kualitas individu.

Spiritualitas Bekerja
Islam menaruh penghargaan yang tinggi atas kemampuan wirausaha. Islam lebih menghargai seseorang yang melakukan usaha sendiri untuk memenuhi kebutuhannya, dibandingkan menggantungkan begitu rupa pada belas kasihan sesama.
Sebagai contoh, kisah Ab¬durrahman bin Auf yang sangat dikenal piawai dalam berniaga dan di¬segani karena termasuk orang kaya Mekah, tapi rela meninggalkan seluruh kenikmatan harta dan status sosialnya dengan hijrah ke Madinah. Ketika ditawari berbagai fasilitas oleh Sa'ad bin Rabi, sahabatnya yang merasa prihatin, tapi dengan halus Abdurrahman bin Auf menolaknya dengan berdo'a sambil berkata: 'cukuplah bagiku, engkau tunjukkan pasar'.
Sikap sahabat nabi ini adalah cermin ideal etos kerja Islami, 'kerja adalah kenisayaan sekaligus ibadah'. Keniscayaan bekerja itu sebagai manifestasi dari anugrah daya yang di¬berikan Allah swt., yaitu berupa fisik yang menghasilkan ke-giatan fikiran untuk ilmu pengetahuan. Kalbu yang mampu berkhayal, mengekspresikan keindahan, beriman, dan merasa, serta berhubungan dengan Allah swt. Dan yang paling penting daya itu bisa menghasilkan semangat juang, kemampuan menghadapi tantangan dan menanggulangi kesulitan.
Bekerja adalah mata rantai dari sikap keislaman kita yang setiap hari diucapkan ketika shalat. “Sesungguhnya shalatku, ibadahku hidup dan matiku kesemuanya adalah untuk Allah, pemelihara se¬luruh alam” Ini dikuatkan dengan misi penciptaan manusia untuk ibadah.,“Dan sesungguhnya Aku tidak menciptakan jin dan manu¬sia kecuali agar mereka beribadah kepada-Ku” (QS. Adz¬-Dzariyat/51: 56).
Spirit kerja sebagai ibadah ini, ternyata ditemukan juga di dalam spirit kapilitasme. Adalah Weber yang melihat etika protestan di Jerman pada tahun 1905, terutama sekte Calvinis, se¬bagai yang mempengaruhi kebangkitan kapitalisme. Takdir bagi kaum Calvinis setali tiga uang dengan semangat kerja itu sendiri, karena takdir Tuhan hanya diperuntukkan bagi hamba pilihan yang menempatkan kerja di setiap motivasi kehidupan.
Islam sendiri sebenarnya datang lebih dahulu dengan etos kerjanya yang dikenal sangat giat seperti yang diuraikan di atas tadi. Pematangan jiwa enterpre-neurship lewat piranti teologis ini, menegaskan etos kerja dalam Alqur’an akan berban¬ding lurus dengan mentalitas setiap orang. Struktur berfikir atas alam pikiran manusia merupakan bagian terpenting dari kesadaran manusia di dalam upa¬ya untuk mengubah atau menentukan sejarah dalam memaknakan dunia
Manusia adalah makhluk yang sengaja diberikan bendera khalifah di bumi, karena cara berfikirnya yang akan mempengaruhi apa yang akan dikerjakannya. Dalam wahyu pertama yang diturunkan pada Nabi kita mendapatkan perintah untuk membaca dan menarik nilai dari ilmu pengetahuan-Nya untuk memberikan kemakmuran untuk seru sekalian alam [QS Al’Alaq/196:1-5].

Kesempurnaan Bekerja
Islam adalah agama yang memusatkan diri pada ¬aspek ketuhanan yang diteguhkan dengan kalimat syahadat, tapi jangan lupa, Islam mempunyai komitmen yang kuat untuk kepentingan kemanusiaan universal. Analisis sosio-ekonomi etos kerja harus memadukan aspek ketuhanan-kemnusiaan. Kuntowijo¬yo (1995), seorang yang banyak berjasa dalam memberikan kerangka kerja 'ilmu sosial provetik' itu, selalu menekankan pentingnya penyatuan "amal" sebagai term Alqur’an untuk aktifitas manusia dalam memenuhi kebutuhan manusia untuk melaksanakan misi khalifah di bumi dengan 'kerja' yang ada dalam nalar sekuler.
Hal ini juga akan berimplikasi dengan sistem ekonomi. Islam telah menempatkan manusia unsur pertama dan menyisihkan modal dan kerja. Karena kemiskinan ruhani lebih berbahaya dari kemiskinan materi bagi setiap individu muslim dalam menggapai tujuan hakiki. Dengan penekanan pada kekayaan ruhani, Islam mewujudkan 'aku' manusia dari 'unsur-unsur dalam' yang ada pada dirinya, berbeda dengan pandangan materialisme yang menjadikan 'aku' manusia bersumber dari 'luar' dirinya, yakni alam materi – modal dan kerja. Pandangan materialisme ini melahirkan sekian banyak dampak negatif yang tidak akan sesuai dengan jati dirinya
Inilah yang dapat kita baca dalam kecenderungan kapitalisme mutakhir yang menempatkan matrialisme sebagai ajudan setiap aktifitas manusia. Ekonomi Islam hadir untuk memberikan jalan keluar dari wajah bopeng kapitalisme yang telah melahirkan pemanfaatan begitu pula pada segelintir orang dan kecongkakan sosialisme yang menguras kebebasan setiap individu sehingga tidak lagi mendapatkan keakyaan spiritualnya.
Kita sepenuhnya bisa memahami bagaimana 'tesis Weber' telah melahirkan kesimpulan bahwa etika protestan telah mampu mengerek etos kerja. Tapi kita juga patut jeli atas perkembangan kapitalisme mutakhir yang tergelincir pada pemuasan material yang sangat bertolak belakang dengan misi profetik kekhalifahan di bumi untuk memberikan rahmat seru sekalian alam (rahmatan lil'alamin).
Dengan kata lain, untuk menguji kebenaran tesis Weber ini diperlukan kearifan dalam melihat tujuan ter¬akhir dari semua yang kita lakukan. Dalam Islam kesuksesan seorang terletak pada visi yang diarahkan untuk menjadikan hidup penuh arti. Pribadi muslim dilumuri oleh etos kerja yang tampak dalam sikap dan tingkah lakunya yang dilandaskan pada suatu keyakinan yang sangat mendalam bahwa bekerja itu adalah ibadah.
Terdapat semacam panggilan suci untuk terus memperbaiki diri dalam usaha pengabdian pada ummat. Secara metaforis, telah kecanduan untuk beramal saleh, karena jiwanya gelisah apabila dirinya tidak segera berbuat kesalehan.
Entrepreneurship di mata Islam adalah manifestasi dari khalifah manusia di bumi. Islam hadir dalam suasana bangsa Arab yang mempunyai aktifitas dagang yang sangat terkenal. Nabi Muhammad telah memberikan warna perniagaan yang untuk ukuran zaman sangat modern; jujur dan selalu menjadikan kepuasan bagi semua pihak. Terdapat nilai untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada indivdu untuk memilih mana yang paling sesuai de¬ngan batas kemampuannya. Tapi ini, tetap menekankan 'kekayaan spiritual' setiap ummatnya.
Kebangkitan kapitalisme dengan segala resikonya, hanya mengantarkan masyarakat Barat pada sikap hedonistik, individualistik sekaligus merontokkan misi profetik etika protestan yang kerap dikenal dengan tesis “Weber itu". Pemuja kapitalisme tidak mampu keluar dari jerat kecintaan material.
 hope you can do it guyys :)
http://www.info-airin.com/perspektif/rohani-islam.html

Meneladani Perjuangan Nabi Muhammad

Hari Senin (9/3) bertepatan dengan peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW. Sebagai umat Islam yang taat kepada Allah dan Rasulnya, Maulid Nabi Muhammad SAW sangat perlu untuk diperingati, guna mengingat kembali perjuangan beliau dan para sahabat yang sangat luar biasa dalam menegakkan agama Islam.

Banyak aspek dan penjabaran dari prinsip rahmatan lil alamin yang dapat diteladani serta dipraktikkan oleh umat Islam dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya tercantum pada ayat 29 QS: Al Fath. “Muhammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersamanya, keras terhadap kaum kafir, tetapi berkasih saying sesama mereka, mereka ruku’ dan sujud, mencari karunia Allah dan keridlaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada wajah mereta dari bekas sujud’.
Pada ayat ini ada lima poin penting yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, yakni :
1. Ketegasan terhadap kaum kafir, yaiitu orang atau sekelompok orang yang menuebarkan kebencian kepada kaum beriman, dalam bentuk lahiriah, seperti mengganggu, menghlangi, dan memerangi langkah-langkah umat Islam. Selama 10 tahun periode dakwah di Madinah, Nabi Muhammad harus berperang sebanyak 27 kali karena diganggu secara lahriah. Secara batiiah gangguan juga muncul dalam bentuk pemikiran dan kebudayaan yang menjauhkan umat Islam dari ajaran Allah.
2. Saling mengasihi dengan sesame Muslim. Menjalin kerjasama erat, membina kekohan ukhuwah, ibarat satu tubuh yang harsmonis, seia sekata dalam suka dan derita dana tolong menolong di dalam kebajikan dan ketakwaan.
3. Ruku dan Sujud. Tunduk dan patuh melalui kepemimpinan yang jujur dalam membimbing umat, keluarga, dan dalam menjalankan roda kehidupan sehari-hari. Ruku dan sujud bukan hanya saat salat, tetapi tercermin pada kegiatan social.
4. mencari karunia Alah dan keridlaan-Nya dalam setiap gerak dan lagkah, dalam berpikir, dan bertindak. Semua gerak dan langkah tidak terlepas dari hokum Allah serta petunjuk Rasulullah. Aturan yang sekiranya menjauhkan dari keridlaan Allah sedapat mungkin disingkirkan.
5. Menampakkan tanda-tanda sujud. Bukan hanya garis atau bulatan hitam di dahi, melainkan langkah dan perbuatan benar-benar menunjukkan wujud kepatuhan dan ketundukan kepada Allah SWT.
Momentum peringatan Maulid Nabi sekaligus bisa digunakan untuk melakukan interospeksi diri, apakah lima point keteladanan Nabi Muhammad sduah dilaksanakan atau belum. Sudahkah kita tegas terhadap siapa saja yang menghalangi pelaksanaan hokum Islam sbagai rahmatan lil alamin? Ikut terjun melawan hawa nafsu atau malah sebaliknya kita mudah terbujuk oleh ajakan untuk menolak ajaran Allah?
Selain itu, apakah kita juga mampu mempertahankan ukhuwah Islamiyah, atau malah sebaliknya suka memusuhi sesama umat Islam, dengan berbagai alasan? Jangan sampaoi kita malah lebih banyak bergaul dengan musuh-musuh Islam? Mengecam keunggulan dan kejayaan umat Islam agar runtuh dan hancur, seringkali tidak sengaja dilakukan.. Hal ini harus menjadi introspeksi pada hari Maulid Nabi Muhammad SAW.
Tentu saja pertanyaan jug diarahkan kepada kita, apakah sudah ruku dan sujud dengan aturan Allah dalam kehidupan sehari-hari. Sejauh mana kepatuhan kita terhadap aturan Allah. Jangan-jangan kita malah lebih patuh pada aturan kelompok, negara atau para pejabat yang belum tentu sejalan dengan aturan Allah.
Sudahkah kita mampu menunjukkan tanda-tanda sujud kita di dalam kehidupan sehari-hari. Salat mencegah kerusakan dan kemungkaran akhlak dan akidah. Atau malah kita terjerembab ke dalam kubangan kemaksatan, walaupun salat kita dilakukan dengan baik, dan ditunjukkan dengan bercak hitan di dahi. Demikian pula apakah puasa yang kita lakukan juga memberikan pengaruh pada kemurahan dan kedermawanan? Atau malah hanya membawa kita kepada ujub, riya, dan takabur? Demikian pula ibadah haji yang dilakukan, sudahkah mengubah perilaku sehari-hari dan membawa pada ketreguhan tauhid Islam?
Beberapa hal di atas sudah sepantasnya menjadi bahan renungan pada Maulid Nabi Muhammad. Jangan hanya melakukan upacara tanpa makna, sehingga apa yang dilakukan hanya sebatas fisik, tanpa membawa perubahan dalam pola piker dan bertindak. Mari kita lakukan introspeksi dan meneguhkan semangat untuk memperbaiki keimanan dan ketakwaan kita kepada ajaran Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW.
  nah sekarng udah tau kan , , Bagaimana hari lahirnya nabi Muhammad SAW semoga bermanfaat eyaaa :D cemunguut
 http://kampungtki.com/baca/239